• SMK NEGERI 1 TEBING TINGGI
  • Siap Kerja Santun dan Mandiri

Unik, Siswa SMKN 1 Tebingtinggi Meranti Pakai Tanjak saat Belajar

Icon Melayu masih tergambar jelas di SMKN 1 Tebingtinggi Jalan Dorak Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Pada pelajaran tertentu, siswanya mengenakan Tanjak saat belajar.

 

Raden Ulun Permadi Salis (RUPS), guru di SMKN 1 Tebingtinggi lah yang pertama menginginkan anak-anak didiknya mengenakan Tanjak. Itu harus dipakai anak didik setiap jam pelajarannya. "Setiap pejalaran saya harus pakai tanjak," kata RUPS ketika berbincang-bincang dengan GoRiau, Selasa (24/10/2017).

Hal yang memotivasi Uyung, panggilan akrab RUPS, adalah, agar anak-anak didinnya bisa bangga dan menghargai budaya sendiri. Ia khawatir jika tidak diingatkan terus menerus, anak-anak muda akan lebih respek kepada budaya luar. "Awal masuk, saat Ospek, saya tanya sama siswa ini yang (saya) pakai apa? Tak ada yang menjawab, padahal saya memakai tanjak, ikat kepala khas melayu. Kan miris jadinya," ujar Uyung.

Untuk itu, selaku pendidik, ia mengaku bertanggungjawab kepada siswa, tidak hanya mata pelajaran. Tetapi juga terkait mener (sikap) siswa itu sendiri. Ia tak menginginkan anak didiknya terjebak dalam jalan yang salah di saat perkembangan teknologi mempermudahkan semuanya.

"Tekbologi kalau dilihat daris segi positif, bagus. Tapi usia transisi dari SMP-SMA kebanyak belum bisa menfilter mana yang baik mana yang tidak. Makanya saya merasa bertanggungjawab," kata Uyung yang mengajar siswa kelas 1 SMKN itu lagi.

Uyung mengaku sering menyampaikan kepada siswa, apapun yang saya ia ajarkan, lebih ke mener (sikap siswa). Bagaimana seharusnya siswa itu memperlakukan diri sendiri, orang tua, orang lain, dengan baik, dengan hormat.

"Saya ingatkan terus, tanggungjawab kalian (siswa) belajar dengan baik. Di saat kalian tidur orang tua selalu berfikir untuk hari besok baik makan maupun biaya sekolah. Hargai perjuangan orang tua mu," ujar Uyung menirukan pesan yang selalu disampaikan ke anak didiknya. ***

Komentari Tulisan Ini